sangat menyesal setelah saya sadar ternyata sudah habis beberapa ratus ribu saya habiskan untuk berbelanja barang-barang yang sangat tidak dibutuhkan, apa ini namanya pemborosan? Bukan ini bukan pemborosan, ini adalah shopaholic dimana hanya sebuah langkah yang salah dan kesalahpahaman pemikiran, wanita selalu mengartikan bahwa hanya dengan berbelanjalah hati dan pikirannya bisa tenang, jadi bisa diartikan belanja sama dengan yoga. Apa benar? Menurut saya benar karena saya merasakannya, ketika saya memegang uang 3ratus ribu rupiah kemudian disaat itu saya sedang mengalami masalah, hanya dengan menghabiskan uang 3ratusribu dengan berbelanja, pikiran saya bisa tenang dari masalah, walaupun setelah itu ada penyesalan karena barang yang dibeli sebenarnya tidak penting.
Mengingat sewaktu kecil, saya biasa diberikan 1paket pakaian setiap tahunnya, ya pasti semua tahu, waktu lebaran adalah waktu bahagia karena saya bebas membeli baju yang saya inginkan, tapi diluar lebaran kadang mama juga sering membelikan sepatu atau baju, mama selalu memberikan baju jika saya benar-benar membutuhkannya, sekalipun saya dan mama berbelanja, barang yang dipilih mama adalah spesifikasi yang tahan sampai 1 tahun.hahaha iyah 1 tahun, contohnya sepatu, sepatu pilihan mama bewarna coklat dengan alasan biar tidak cepat luntur dan kotor, sedangkan pilihan saya bewarna pink dengan alasan warna itu adalah warna termanis untuk dipakai anak 6 tahun, baju pilihan mama selalu berbahan katun, dengan alasan bajunya kuat, kaku dan tidak gampang kusam, sedangkan saya lebih memilih bahan kaos yang lebih gaya dan nyaman dipakai. Mengingat spesifikasi mama berbelanja sewaktu saya kecil kadang saya sering tertawa disaat seperti ini. Dasar agak kuno memang!
Continue reading