ini adalah pilihan yang rumit selama saya hidup 20 tahun lamanya, bingung harus pilih yang mana, ketika bos memberikan pilihan yang keduanya sangat saya butuhkan, bos berkata ” ran, kamu sudah besar, dan kamu bisa memilih, kamu disini kerja, dan saya membutuhkan kamu disaat jam kerja, dan saya ga bisa tolelir kalo kamu ada kebutuhan diluar jam kerja (kuliah), jadi kamu harus memilih, kerja apa kuliah?”
pertanyaan bos membuat saya shock, saya bingung dengan pertanyaan yang bos lontarkan itu, biasanya saya berangkat kuliah saat jam kerja telah selesai, jam 5 teng setelah jam kerja selesai saya langsung pamit pulang, ternyata akhir akhir ini, bos merasa saya menomor duakan kerjaan ketimbang kuliah.
hanya sekedar curhat, sebelum saya memutuskan kuliah dulu, saya selalu datang tepat waktu dan pulang lebih dari jam kantor, saya bisa pulang jam 10 malam kadang saya kelelahan dengan pekerjaan ini, sedangkan dia yang notabennya seorang bos, datang semaunya, kadang kadang dateng jam 1 siang, dan kadang pulang malem, sebelnya lagi dia menyuruh semua karyawannya pulang sebelum dia pulang. dan saat ini dia menyuruh saya untuk berhenti kuliah demi menunggu dia pulang.
ini tidak adil, selama saya kerja disini, dan lembur sampai malam, saya tidak mendapatkan uang lembur sama sekali, kesalahan kesalahan dalam pekerjaan saya selalu dibahas dalam ruang rapat, saya hanya bisa menunduk saat kesalahan saya di humbar humbar didepan publik. dulu saya merasa saya yang salah, tapi saya pikir, saya bekerja dengan jam kerja, datang jam 8 pulang jam 5, saya tidak mau menunggu dia dikantor, sedangkan kerjaan saya sudah selesai.
jepang saja yang kinerja kerjanya bertingkat level pekerja keras, memiliki banyak masalah didalamnya……….Hukum Rimba Dunia Kerja Di Negara Jepang
Setiap tahun terdapat jutaan mahasiswa yang bersorak gembira ketika mereka dinyatakan lulus dari universitas. Mereka senang karena jerih payah orang tua tidak sia-sia setelah mereka di wisuda mengenakan toga. Sayang sekali, mereka tidak sadar kalau mereka baru saja keluar dari “kandang anak kucing” dan masuk ke hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, ular berbisa, mawar beracun, dan banyak lagi yang aneh-aneh.
Menurut survey di Tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang menghadapi ujian terakhir di kampus.
Kenapa mereka lebih stress? Karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan!
Makin hari makin banyak darah segar yang bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Dan ketika saingan semakin banyak, banyak pula yang rela di gaji rendah, kerja semakin larut, dan tingkat kesehatan yang semakin menurun.
Nah disinilah kenyataan bersikap kejam
Inilah dunia kerja Jepang yang sesungguhnya.
“Setiap hari saya hidup dengan kegelisahan yang mengerikan,” kata Ikezaki, seorang karyawan kontrak yang saat ini kerja dengan gaji ¥75.000/bulan (atau sekitar 7 juta rupiah per bulan). “Ketika saya berpikir tentang masa depan saya, saya jadi tidak bisa tidur di malam hari.”
Berdasarkan data dari pemerintah Jepang, terdapat lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan penghasilan kurang dari standard normalnya Jepang yaitu ¥1.600.000/tahun (atau sekitar 155 juta rupiah per tahun).
Mungkin ini semua adalah akibat dari perusahaan-perusahaan Jepang yang lebih mementingkan keuntungan perusahaan dan memanfaatkan keluguan para pekerja baru (yang jelas-jelas tidak punya pilihan lain)
Kata salaryman sendiri diambil dari bahasa Inggris, yaitu salary (gaji) dan man (orang), jadi salaryman artinya adalah orang yang hidupnya 100% tergantung dari gaji. Mereka kalo sampai dipecat rasanya dunia kiamat. Kalo di Indonesia, ini sama dengan bangsawan = bangsa karyawan.Saking stressnya, tercipta satu kata baru yang terkenal di dunia pekerja Jepang untuk menggambarkan betapa kerasnya kerja di Jepang, yaitu karoshi.
Apa itu karoshi?
Karoshi artinya “mati di kerja” atau kematian karena stress pekerjaan. Halusnya berarti “meninggal karena setia dan mengabdi kepada perusahaan”. Kematiannya bisa karena kecelakaan di tempat kerja, kematian karena terlalu lelah (kesehatannya menurun jauh), ataupun karena bunuh diri karena stress kerja.
Saking seriusnya masalah ini, pemerintah Jepang telah mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Mulai dari menyediakan nomor telepon darurat untuk menerima keluh-kesah para salaryman, buku petunjuk untuk mengurangi stress, sampai mensahkan undang-undang yang memberikan sejumlah uang (asuransi) ke para janda dan anak-anak yang ditinggal mati karena karoshi.
Menurut data pemerintah, dari 2.207 kasus bunuh diri pada tahun 2007, 672-nya adalah karena pekerjaannya terlalu banyak. Kasus karoshi yang terkenal adalah kasus kematian Kenichi Uchino pada tahun 2002, seorang manager quality-control berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan otomotif terbesar di dunia, Toyota.
Kenichi dikabarkan bekerja lembur selama 80 jam setiap bulan selama 6 bulan lamanya tanpa dikasih uang lembur atau bonus tambahan apapun. Dia akhirnya jatuh pingsan di tempat kerjanya dan dilarikan ke rumah sakit, yang kemudian membawanya ke akhirat.
McDonald’s Jepang pun terkena masalah ini. Salah seorang manager restorannya jatuh sakit dan meninggal karena bekerja lembur tanpa bayaran apapun.
Mau gak mau, karena tekanan publik, Toyota dan McDonald’s akhirnya memutuskan akan memberikan uang lembur bagi yang ingin bekerja lembur dan menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik.
Para salaryman ini sebenarnya niatnya baik, yaitu ingin memajukan perusahaannya. Ditambah lagi dengan kebudayaan Jepang yang selalu menekankan disiplin tinggi, mereka berpikiran bahwa dengan bekerja lebih lama dan lebih keras daripada karyawan lain dan tanpa meminta bayaran apapun, boss mereka bisa memberikan posisi yang lebih baik. Tapi kenyataan, TIDAK!
Dan jadwal seorang salaryman bisa disimak sebagai berikut
06:30 = bangun dari tempat tidur
07:30 = berangkat ke kantor (jalan kaki / naik sepeda / subway)
08:50 = harus tiba di kantor
09:00 = meeting pagi dengan supervisor
09:10 = mulai kerja
12:00 = makan siang (bento / kantin / restoran terdekat)
13:00 = mulai kerja lagi
17:00 = lembur dimulai (biasanya tanpa uang lembur)
20:30 = pesta nomikai (kalau ada)
21:30 = pulang ke rumah (jalan kaki / naik sepeda / subway)
22:30 = sampe rumah, nonton TV, baca koran
23:00 = tidur
Ulangi terus dari Senin-Jumat. Sabtu biasanya pulang lebih awal (kalau ada lembur, kerja seperti biasa). Minggu libur (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).
Peraturan di kantor:
#1. Kalau atasan bilang bumi berbentuk kotak, maka bumi bentuknya kotak.
#2. Kalau dia berubah pikiran, maka bumi juga bentuknya berubah.
#3. Lupakan apa kata pelanggan. Boss adalah raja.
#4. Karyawan baru? Boss adalah Tuhan.
#5. Membungkuk. Membungkuk. Membungkuk.
jadi, bagaimana menurut teman teman??


Desember 6th, 2010 at 4:20 am
Jadi kamu milih kerja apa kuliah ? *suara si bos*
ah ran..mending cari tempat kerjaan baru yang bisa nerima karyawan yg lagi kuliah
hehehe *kalo ada*
Desember 6th, 2010 at 5:17 am
udah g usah milih dua2nya mending kawin aja wkwkwk
(haha)
Desember 6th, 2010 at 5:19 am
mpi kerja dari jam 9 sampe jam 6 ..
berangkat jam 8 , pulang jam 7 malem ..
begitu terus dari senin sampai sabtu !!
ga ada yg namanya setengah hari di hari sabtu apalagi libur ..
ga ada LEMBUR ..
kalo pulang jam 7 jam 8 ya itu sih deritamu ..
Gaji ?? hahahaha .. ga lebih besar dari karyawan pabrik UMR ..
tapi ya , butuh !! mau apa ?? NIKMATI aja ..
Desember 6th, 2010 at 10:31 am
wah salut mbak rani,kuliah sambil kerja…
aq kuliah aja dah pusing pa lagi d tambah kerja
semangat2,semua pasti indah pada akhirnya
Desember 15th, 2010 at 8:02 am
Hei, kalo bisa dua-duanya, kuliah dan kerja, kenapa tidak?
Jadi KKN, kuliah kerja nyata nanti…
Desember 18th, 2010 at 10:52 pm
Hehehehehe…
dijalanin aja ran
Kuliah itu asyik kok
Kerja itu seru kok
Kuliah dan Kerja?
Pastinya asyik dan seru
Desember 21st, 2010 at 3:37 pm
jadi milih kuliah ato kerja nih neng jeruk??
kalo aku pribadi sih sebenernya pengen kuliah sambil kerja tapi belom kesampean mpe sekarang, dan kalo udah dapet kerjaan dan dikasih pilihan kayak gituh mah liat2 kerjaannya dulu deh… kalo kerjaannya menjanjikan ya ga masalah kuliah pending dulu, tapi kalo engga mending investasi di kuliah aja deh nambah ilmu biar bisa dapet kerjaan yang lebih baik…
itu kalo aku lhooo
Desember 23rd, 2010 at 2:25 am
ya itulah hidup jaman sekarang..
#seleksi alam
Desember 25th, 2010 at 9:48 pm
memang kejam dunia kerja….
Desember 25th, 2010 at 9:48 pm
oiya kelupaan Mbak salam knl
http://blog.umy.ac.id/mahrus
Desember 25th, 2010 at 9:56 pm
oya lupa salam knl
http://blog.umy.ac.id/mahrus
Januari 6th, 2011 at 5:06 am
keren ran, tapi untungnya di bandingin sama jepang, indonesia masih lebih ringan tingkat ke displinannya, tapi kadang harus di tegasin ke yg suka jam karet.
di kantorku juga sama, bukan jepang, korea. tapi keliatan banget mereka disiplin waktunya bagus banget.. bad news nya ya kita org2 indonesianya jadi ikutan pulang lebih lama dari biasanya.
mereka sering pulang belakangan, lembur sendirian. untungnya kita ga pernah di paksa untuk lembur bareng dia.
klo kuliah aku cuma ngambil di weekend. full 1 hari, jadi ga ganggu waktu kerja.
wah jujur nich ran, pengen tau keputusan kamu apa? trus km bilang apa pas si boss nanya gtu?
Desember 20th, 2011 at 1:58 am
informasi cukup MENARIK.
Semoga semakin maju dan lebih sukses lagi.
kalau ada waktu jangan lupa silahkan,
KUNJUNGI : SOSCOMMUNITY yang siap membantu segalanya terutama MEMBERI
fasilitasi perusahaan-perusahaan dalam
kegiatan CSR yang dimiliki, serta menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship secara mental dan sikap dengan
membekali pengetahuan, modal, dan bimbingan secara berkala.:
Informasi lebih maju silahkan MELIHAT :
http://soscommunity.org/index.php?option=com_content&view=frontpage&Itemid=58
Terimakasih
CALL : 031 853 8830
E-MAIl : soscommunity1@gmail.com