Setiap hari dimanapun saya berada, saya selalu bertemu dengan kata “janji” entah itu janji sama orangtua ataupun sama teman. “oke, janji deh gue kekampus nanti siang”. menurut saya janji adalah sebuah hutang besar yang harus ditepati, kalau saya janji ke kampus nanti siang, ya saya harus benar-benar dikampus nanti siang. Belajar menepati janji kecil adalah sebuah sunnah dari keselamatan.
saya adalah orang yang super-super sangat sibuk, bahkan untuk makan saja kadang saya lupa..hehe maka dari itu untuk berbicara soal janji haruslah sangat hati-hati dan diperhitungkan terlebih dahulu, apakah janji itu bisa terpenuhi atau tidak, janji itu sebuah komitmen bukan sekedar memenuhi apa yang telah kita janjikan, sebesar apapun kesibukan saya, saya selalu ingin tepat akan janji-janji saya kepada orang yang dijanjikan. Memenuhi janji adalah sebuah pekerjaan sepenuh hati, sekuat tenaga, sebuah perbuatan yang dipenuhi dengan nilai-nilai profesionalisme. Memberikan apa yang telah kita janjikan, seburuk apa kita berlari, seberantakan apa kita bercepat-cepat menepati janji, yang pasti pen-tepatan janji tersebut harus tepat dan konsisten dengan komitmen yang kita buat.
seperti judul lagu, “janji diatas ingkar” jika kita melewatkan janji berarti kita telah mengingkari janji kita, dan mengingkari sebuah janji adalah penipuan. iyah memang bisa dibilang seperti itu, contohnya saja coba lihat beberapa pejabat kita yang begitu bersemangat serta mantap dalam mengucapkan janji ketika mereka dilantik. Begitu pula dengan wakil-wakil rakyat kita dalam mengucapkan janji sebelum menduduki kursi empuk di DPR/DPRD. Setelah jadi wakil rakyat, mereka lupa dengan janji serta sumpah yang mereka ucapkan.
Janji hanya tinggal janji, tapi nyatanya mereka lupa dengan janji mereka.
kita sudah tau bahwa janji yang diberikan kepada kita dari calon pemimpin sudah terbukti menyakitkan apalagi jika janji itu nyata dekat dengan kita sendiri, menerima pengingkaran janji dari orang yang berjanji sungguh tidak menyenangkan, sedikit saya akan bercerita apa yang saya rasakan dari pengingkaran janji tersebut.
saya menelpon teman saya, kebetulan saya sedang butuh pertolongannya saat itu, ketika telponnya diangkat dia bilang “nanti gue telpon lagi yah, jam 10 malem janji gue telpon deh, soalnya gue lagi sibuk.” mendengar kata “janji” dari kalimat yang teman saya utarakan, saya memahami kesibukannya. jam terus berlalu, tepat jam 10 malam saya sudah siap-siap untuk ditelpon, tapi kenyataannya saya sudah menunggu sampai jam 2 malam, dan nyatanya tidak ada dering telpon sama sekali saat itu, saya sendiri enggan untuk menelpon duluan karena takut mengganggu kesibukannya. disaat itulah saya merasakan dimana saya seperti ditipu karena teman saya mengingkari janjinya, dan untuk kesekian kalinya saya tidak percaya dengan janji-janji yang telah dia berikan.
Janji itu harus ditepati tidak boleh diingkari, mengingkari janji adalah penipuan, dan tindak penipuan itu merugikan orang lain, janji itu hutang dan hutang itu wajib untuk dibayar, karena bukan hanya kedua belah pihak yang melihat perjanjian, ada Tuhan yang mengawasi apa saja janji-janjji kita yang perlu dipertanggung jawabkan. Janji adalah sebuah kepercayaan


Mei 31st, 2011 at 4:54 am
Yang janji telp jam 10 temen apa teman nih? #uhuk #supercode
Pasti terinspirasi dari seseorang buat nulis ini.. hihihi
Mei 31st, 2011 at 5:09 am
hahahah dasar susuuuu,,sotooyyyy :p #tapiemangbenersih
Mei 31st, 2011 at 1:36 pm
Bikin janji seh mudah, menepatinya yg susah
Salam kenal
Mei 31st, 2011 at 4:07 pm
janji juga sering menjadi judul lagu lho, hehehe
masih enggak ngerti kok ada kata susu?
Mei 31st, 2011 at 4:10 pm
giewahyudi.. sibair itu panggilannya susu,,
Juni 2nd, 2011 at 3:04 pm
belum lagi tradisi jam karet,janji jm 1 dateng jm 3,hehehe..
Bukan aq lho ya
Juni 24th, 2011 at 6:59 am
hehe…janji adalah utang….
maka sebelum anda berjajnji pikirkan dulu situasinya…sama dengan utang sebelum kita mengutang pikirkan mampukah kita membayar utang itu…:)
salam kenal