Arsip Penulis: Rani

Tentang Rani

my Favorite Quote "kerja keras, cerdas, dan ikhlas adalah keharusan, kemenangan adalah sebuah keniscayaan dan Indonesia yang lebih baik adalah sebuah impian"

Saat Aku Mulai Berhijab

pagi hari itu kubuka langkah pertama seperti hari-hari sebelumnya, kemudian kubuka semangat pagi dengan membara, setiap pagi aku selalu begitu!! merayakan pagi hari dengan suka cita, hidup terlalu ringan jika kita memilih untuk bahagia, tanpa masalah, tanpa susah payah, yang ada hanya ada keringanan dan kebahagiaan, tapi ada yang berbeda pada hari itu.

Bos di kantor baru mengundang aku untuk ikut pengajian dirumahnya jam 16:00 sore, mengaji bukan hal yang tabu buatku, dirumah kalau ada waktu aku sempatkan untuk mengaji, jadi ketika ada undangan untuk mengaji aku siap untuk datang.

sebelum berangkat ke pengajian, pakaian yang ingin dikenakan sudah disiapkan, baju gamis biru dan plasmina biru sudah disiapkan untuk menghadiri pengajian bulanan dirumah pak Deni, dan ada rasa yang berbeda ketika kukenakan plasmina dikepalaku, rasanya angin masuk kedalam hati, bahu yang tadinya tegap menjadi lebih bungkuk, merasa ingin selalu merendahkan diri dihadapan plasmina yang aku kenakan, nada suara mulai pelan, ringan dan lebih lembut, alunan Al-Qur’an merasuk ketulang dan membuat semua badan bergetar, tak seperti pengajian biasanya yang pernah kuhadiri, didalam dalam hati berbisik “ada apakah ini?, hijab ini membuatku lebih “sehat”-”

Continue reading


Kekuatan Doa

ini bukan keberuntungan, ini adalah kekuatan doa!!

saya punya banyak cerita tentang kekuatan doa, mungkin sebagian teman menganggap ini adalah suatu keberuntungan atau hanya hoki semata, tapi dibalik itu sipenerima keberuntungannyalah yang tahu bahwa itu bukan suatu keberuntungan, itu adalah suatu hasil dari kekuatan doa yang dibarengi dengan go to the extra mile.

ingat waktu SMA, waktu itu ada seminar untuk ujian nasional sekaligus promo dari UMN (Universitas Multimedia Nasional), murid satu sekolah pergi ke gedung aula UMN di daerah gading serpong, didalam acara tersebut ada segmen kuis yang mengharuskan semua siswa siswi yang hadir mengirim pesan singkat ke nomor yang sudah ditentukan untuk menjawab soal fisika yang menurut saya tidak rumit. Hari itu saya sedang berpuasa, dan semua teman berebutan untuk sms dan menjawab pertanyaan itu kecuali saya, ya saya tidak mengikuti kuis itu karena badan saya yang keburu lemas karna puasa, lalu teman saya bernama Ade memaksa saya untuk mengikuti kuis tersebut “raan, ayo donk ikut, kan diwajibkan semua orang harus ikut, lumayan hadiahnya voucherr belanja buku di gramedia, lagian cuma sms aja males siih”. dengan terpaksa akhirnya saya menjawab sms dengan rasa malas, semua teman membicarakan hadiah voucher belanja di gramedia, semua teman sudah membayangkan untuk apa voucher tersebut, buku-buku apa saja yang mau dibeli setelah mendapatkan voucher tersebut. Akhirnya segmen pemenang kuis diumumkan, beberapa detik sebelum pengumuman saya hanya sedikit berdoa dalam hati sambil terus dzikir  “Ya ALLAH, ketika saya menang dan mendapatkan voucher itu, saya akan berbagi kepada teman saya agar teman saya berbahagia”. Dan finnaly saya memenangkan kuis itu, dari 500siswa lebih saya mendapatkan juara1, nomor handphone saya muncul di layar dan saya dipersilahkan untuk menerima voucher tersebut diatas panggung. Lalu teman-teman bilang “selamat ya ran, lu tuh selalu beruntung”, sya hanya menjawab dengan tersenyum. Mengulum ingin sekali menjawab “itu bukan beruntung itu kekuatan doa”.

Continue reading


wejangan kakek

Hari ini, aku dengan sengaja meliburkan diri dari kesibukan keseharian untuk menjenguk kakek di rumah sakit Pelni, sudah 2 minggu kakek dirawat di rumah sakit karena penyakit prostat. Melihat dan mendengar kabar kakek yang sendirian dirumah sakit membuat aku bergerak menjenguknya.

Sesampainya dirumah sakit, kakek bertanya kepadaku, siapa aku? dan anak siapa aku? hahaha ya ya keluarga kami cukup besar, kakek memiliki 10 anak dan lebih dari 20 cucu, aku adalah cucu yang jarang menjenguk kakek, jadi kakek sendiri tidak mengenal wajahku, dan lagi pula aku memahami kepikunan kakek diumur yang sudah tua, padahal sedari aku SD kelas1 sampai dengan kelas 6, aku ikut kakek dan nenek, bersekolah dan menjaga mereka berdua, hingga lulus SD dan naik ke SMP aku kembali ikut orangtua di Tangerang.

Continue reading


outpouring of the heart

Membicarakan masalah cinta memang tidak akan ada habisnya, setiap manusia dilahirkan dan hidup sebab akibat hanya karena cinta, seseorang merasa sedih hanya karna cinta, hahahah ya ya ya terlalu lebay memang untuk membicarakan hal yang satu ini, tapi saya butuh sharing untuk permasalahan kecil ini, bukan masalah cinta tapi masalah lain yang berhubungan dengan cinta. =P

oke kali ini saya ingin melebay-lebaykan diri dari tulisan bertema cinta atau semacamnya.hahaha

Continue reading


does’t rotate but runs

aku tidak pernah berputar

aku layaknya kereta api

selalu berjalan dengan cepat

aku tidak pernah kembali

masa silam seperti gudang lampau

yang lalu akan tetap berlalu

terkunci…

aku katakan!! aku selalu berjalan

beberapa orang silih berganti

peran-perannya selalu segar

baru dan berkembang

kadang diatas, kadang dibawah

itu salah!! aku tidak pernah berputar

aku berjalan

lurus…

aku juga bukan air

berjalan mengikuti wadah

aku adalah hidup

yang dirasa selalu memberikan warna baru

masa silam tetap lampau

terkunci…

Continue reading


Shopaholic

sangat menyesal setelah saya sadar ternyata sudah habis beberapa ratus ribu saya habiskan untuk berbelanja barang-barang yang sangat tidak dibutuhkan, apa ini namanya pemborosan? Bukan ini bukan pemborosan, ini  adalah shopaholic dimana hanya sebuah langkah yang salah dan kesalahpahaman pemikiran, wanita selalu mengartikan bahwa hanya dengan berbelanjalah hati dan pikirannya bisa tenang, jadi bisa diartikan belanja sama dengan yoga. Apa benar? Menurut saya benar karena saya merasakannya, ketika saya memegang uang 3ratus ribu rupiah kemudian disaat itu saya sedang mengalami masalah, hanya dengan menghabiskan uang 3ratusribu dengan berbelanja, pikiran saya bisa tenang dari masalah, walaupun setelah itu ada penyesalan karena barang yang dibeli sebenarnya tidak penting.

Mengingat sewaktu kecil, saya biasa diberikan 1paket pakaian setiap tahunnya, ya pasti semua tahu, waktu lebaran adalah waktu bahagia karena saya bebas membeli baju yang saya inginkan, tapi diluar lebaran kadang mama juga sering membelikan sepatu atau baju, mama selalu memberikan baju jika saya benar-benar membutuhkannya, sekalipun saya dan mama berbelanja, barang yang dipilih mama adalah spesifikasi yang tahan sampai 1 tahun.hahaha iyah 1 tahun, contohnya sepatu, sepatu pilihan mama bewarna coklat dengan alasan biar tidak cepat luntur dan kotor, sedangkan pilihan saya bewarna pink dengan alasan warna itu adalah warna termanis untuk dipakai anak 6 tahun, baju pilihan mama selalu berbahan katun, dengan alasan bajunya kuat, kaku dan tidak gampang kusam, sedangkan saya lebih memilih bahan kaos yang lebih gaya dan nyaman dipakai. Mengingat spesifikasi mama berbelanja sewaktu saya kecil kadang saya sering tertawa disaat seperti ini. Dasar agak kuno memang!

Continue reading