pagi hari itu kubuka langkah pertama seperti hari-hari sebelumnya, kemudian kubuka semangat pagi dengan membara, setiap pagi aku selalu begitu!! merayakan pagi hari dengan suka cita, hidup terlalu ringan jika kita memilih untuk bahagia, tanpa masalah, tanpa susah payah, yang ada hanya ada keringanan dan kebahagiaan, tapi ada yang berbeda pada hari itu.
Bos di kantor baru mengundang aku untuk ikut pengajian dirumahnya jam 16:00 sore, mengaji bukan hal yang tabu buatku, dirumah kalau ada waktu aku sempatkan untuk mengaji, jadi ketika ada undangan untuk mengaji aku siap untuk datang.
sebelum berangkat ke pengajian, pakaian yang ingin dikenakan sudah disiapkan, baju gamis biru dan plasmina biru sudah disiapkan untuk menghadiri pengajian bulanan dirumah pak Deni, dan ada rasa yang berbeda ketika kukenakan plasmina dikepalaku, rasanya angin masuk kedalam hati, bahu yang tadinya tegap menjadi lebih bungkuk, merasa ingin selalu merendahkan diri dihadapan plasmina yang aku kenakan, nada suara mulai pelan, ringan dan lebih lembut, alunan Al-Qur’an merasuk ketulang dan membuat semua badan bergetar, tak seperti pengajian biasanya yang pernah kuhadiri, didalam dalam hati berbisik “ada apakah ini?, hijab ini membuatku lebih “sehat”-”






